AS vs Iran, Siapa yang Berhak Umumkan Gencatan Senjata Sepihak?

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan tanpa melibatkan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, dilansir CNN, Rabu (22/4).

Mohammadi menyoroti pilihan Trump yang tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran meski gencatan senjata diperpanjang. Dia mengatakan kebijakan dari Trump itu harus ditanggapi secara aksi militer, bukan lewat meja perundingan.

Siapa yang berhak umumkan?

Gencatan senjata sepihak, seperti namanya, diumumkan oleh satu pihak yang berkonflik, bukan sebagai hasil negosiasi antar pihak.

Sutu pihak dapat menyatakan gencatan senjata tanpa meminta gencatan senjata dari pihak lain.

Namun umumnya, gencatan senjata disepakati antara pihak-pihak yang bertikai atau disebut sebagai belligerency.

Gencatan senjata yang disepakati dapat didokumentasikan secara formal dalam perjanjian tertulis, tetapi juga dapat disepakati secara lisan

Laman peacemaker dari Persatuan Bangsa-Bangsa menguraikan, gencatan senjata sepihak dapat bersifat tanpa batas waktu atau berlaku untuk jangka waktu tertentu dengan ketentuan perpanjangan oleh satu pihak.

Apakah gencatan senjata bersifat permanen atau hanya sementara?

Menurut PBB, jawabannya bisa permanen atau juga sementara. Terkadang, dua pihak yang bertikai dalam perang menyetujui gencatan senjata sementara, atau pendahuluan. Ini disepakati untuk mengurangi kekerasan atau meringankan krisis kemanusiaan.

Namun jangankan gencatan senjata sepihak, bahkan setelah dua belah pihak sepakat pun sering dilanggar.

PBB pernah merundingkan serangkaian gencatan senjata untuk mengakhiri perang saudara di Lebanon, pada tahun 1978, 1981, dan 1982.

Namun, pertempuran kembali berkobar setelah setiap gencatan senjata, misalnya konflik yang kembali pecah di negara itu pada 1975 dan baru berakhir pada 1990.

Nah, gencatan senjata sepihak dari Presiden Donald Trump pun dinilai akal-akalan.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," kata Mahdi Mohammadi.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |