Karawang, CNN Indonesia --
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik kecurangan dalam penjualan beras premium di mana beras dengan kualitas rendah dijual dengan harga tinggi.
Ia menyebut praktik ini berpotensi merugikan masyarakat hingga Rp10 triliun.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil pengujian laboratorium, sejumlah beras yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar beras premium. Padahal, beras premium seharusnya memiliki kadar beras patah maksimal 14 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kalau (beras) premium, itu 14 persen pecahan. Yang kita tangkap itu 59 (persen), 34 (persen). Artinya harga Rp8.000 dijual Rp17 ribu (per kilogram)," ujar Amran di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4).
Dalam paparannya, kadar beras patah yang ditemukan pada sejumlah sampel mencapai 33 hingga 59 persen. Angka tersebut jauh di atas ambang batas standar premium, sehingga secara kualitas tidak layak dijual dengan harga tinggi.
Amran menyebut dengan asumsi harga wajar sekitar Rp12 ribu per kilogram, selisih harga yang dibebankan kepada konsumen bisa mencapai Rp5.000 per kilogram.
"Kalau Rp12 ribu saja, saya hitung kecil Rp5.000 (selisih harga). Kalau 2 juta ton, (selisih harga yang dibebankan ke konsumen) Rp10 triliun," katanya.
Data yang ditampilkan menunjukkan beras dengan kualitas tersebut tetap dijual hingga Rp17 ribu per kilogram meski secara mutu tidak memenuhi kategori premium.
Ia menegaskan praktik tersebut bukan sekadar kesalahan distribusi, melainkan bagian dari dugaan permainan di rantai pasok, termasuk peran perantara atau middleman.
"Bukan oplos, nyolong. Ini saya periksa di lab, ini beras semua yang middleman tadi," ujar Amran.
Menurut Amran, total nilai perputaran dari praktik yang diduga melibatkan pelaku di rantai distribusi tersebut bahkan bisa mencapai Rp100 triliun.
Lebih lanjut, Amran memastikan pemerintah bersama Satgas Pangan Polri akan terus menindak praktik kecurangan di sektor pangan, termasuk beras, guna melindungi konsumen dari harga yang tidak sesuai dengan kualitas.
"Ini yang ditangkap dan ini sudah di penjara. Clear ya? Itulah masuk di middleman," ujar Amran.
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)









