Tanggapan Bos Bursa soal MSCI Bekukan Lagi Saham RI pada Mei 2026

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik buka suara mengenai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang kembali membekukan sejumlah penyesuaian komposisi saham dalam indeks (rebalancingsaham Indonesia pada Mei 2026.

Selain itu, saham Indonesia yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) juga akan dihapus dari indeks MSCI.

Jeffrey memastikan BEI akan terus menjalin komunikasi dengan MSCI serta investor global untuk memperkuat pasar modal domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan," ujar Jeffrey dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Jeffrey mengatakan BEI telah melakukan pertemuan dengan MSCI pada 16 April. Ia menyebut empat proposal yang disampaikan BEI telah diakui oleh penyedia indeks global tersebut.

Langkah yang disampaikan otoritas Indonesia ke MSCI meliputi peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, peningkatan rincian klasifikasi investor dalam data kepemilikan, pengenalan kerangka HSC, serta peta jalan peningkatan minimum free float menjadi 15 persen.

[Gambas:Youtube]

Ia tidak merinci isi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Namun, Jeffrey menyambut positif pengakuan MSCI terhadap proposal yang diajukan.

"Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April. Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami sampaikan di-acknowledge oleh MSCI," ujarnya.

MSCI telah menunda review indeks saham RI di bulan Mei 2026. Mereka juga masih membekukan seluruh peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) serta tidak mengimplementasikan penambahan indeks dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). MSCI juga tidak melakukan migrasi ke atas pada indeks segmen ukuran, termasuk dari small cap ke standard.

Selain itu, MSCI akan menghapus saham Indonesia yang masuk kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi. MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float bila diperlukan.

MSCI menegaskan tidak akan langsung memasukkan data dari sumber baru tersebut dalam penilaian free float atau perhitungan indeks hingga proses tinjauan selesai dan masukan pelaku pasar dievaluasi.

"Pendekatan ini dirancang untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investasi sekaligus memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru saja diumumkan," tulis pengumuman tersebut.

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |