Nasib Sopir Taksi Green SM Usai Kereta Tabrakan di Bekasi Timur

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengungkapkan nasib sopir taksi listrik online Green SM yang sempat tertemper kereta hingga terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe menyebut saat ini supir taksi tersebut telah diamankan dan masih diperiksa secara intensif di Polres Metro Bekasi Kota.

"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandhi menjelaskan insiden ini bermula akibat adanya korsleting listrik di kendaraan taksi online elektronik di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Ia menjelaskan mobil listrik yang konslet itu kemudian tertabrak oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Akibat insiden itu, kata dia, menyebabkan terganggunya proses perjalanan kereta lainnya.

"Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi," tuturnya.

Sandhi mengatakan informasi tabrakan kereta itu diduga belum sempat disampaikan secara menyeluruh kepada Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Padahal, kata dia, Kereta Api Argo Bromo Anggrek sedang berjalan dengan kecepatan tinggi yakni 110 kilometer per jam.

"Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia," jelasnya.

Ia menambahkan saat ini petugas tengah melakukan proses penyidikan dengan metode Traffic Accident Analysis atau TAA. Dengan cara mereka ulang proses kecelakaan pada saat sebelum, kecelakaan dan sesudah kejadian.

"Tujuannya apa, Tujuannya untuk memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam rangka membuat terang sebuah tindak pidana kejahatan lalu lintas," pungkasnya.

Respons Green SM

Pihak Green SM Indonesia sendiri sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait keterlibatan salah satu mobil listrik mereka dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis Green SM Indonesia di media sosial.

Pihak perusahaan menyebut akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi relevan dan mendukung investigasi.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi."

"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," tulis pihak Green SM.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |