Ketua DPR Rusia Peluk Kim Jong Un: Terima Kasih Bantu Perangi Ukraina

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua parlemen Rusia (Duma), Vyacheslav Volodin, menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un atas "pembebasan Kursk" melalui pengiriman pasukan untuk membantu melawan Ukraina.

Hal itu disampaikan langsung Volodin saat berkunjung ke Pyongyang bersama delegasinya dan bertemu Kim Jong Un, Minggu (26/4).

"Izinkan saya menyampaikan kata-kata terima kasih ini kepada Anda, Kamerad Kim Jong Un yang terhormat, dan kepada rakyat Korea atas dukungan persaudaraan dalam pembebasan Kursk," kata Volodin seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prajurit Korea bertempur bahu-membahu dengan tentara dan perwira kami, membebaskan tanah Rusia dari Nazi Ukraina," ujarnya menambahkan seperti dikutip AFP.

Volodindan delegasi berkunjung ke Pyongyang untuk menghadiri upacara pembukaan kompleks memorial bagi mereka yang tewas saat mendukung upaya perang Moskow melawan Ukraina.

Pyongyang telah mengirim ribuan tentara-serta rudal dan amunisi-untuk mendukung perang Rusia di Ukraina. Pasukan tersebut dikerahkan ke wilayah Kursk di barat Rusia guna menghadapi serangan balasan berbulan-bulan dari pasukan Kyiv.

Intelijen Korea Selatan memperkirakan sekitar 2.000 warga Korea Utara telah tewas dalam perang Moskow melawan Ukraina.

Sebagai imbalannya, para analis menilai Korea Utara menerima bantuan keuangan, teknologi militer, pangan, dan energi dari Rusia, yang membantu Pyongyang menghindari sanksi internasional berat terkait program nuklir terlarangnya.

Video singkat yang diunggah di akun Telegram TASS menunjukkan Volodin dan Kim berpelukan, sementara Volodin menyampaikan sambutan pembuka dalam sebuah pertemuan.

Sementara itu, Korea Utara hingga kini belum memberikan komentar mengenai pertemuan tersebut.

Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov juga tiba di Pyongyang pada Minggu "untuk melakukan pembicaraan dengan pimpinan tertinggi negara itu dan komando angkatan bersenjata".

Pada 2024, kedua negara menandatangani perjanjian militer yang mewajibkan keduanya memberikan bantuan militer "tanpa penundaan" jika salah satu diserang.

Prajurit Korea Utara disebut diperintahkan untuk bunuh diri daripada tertangkap dalam pertempuran.

Hanya dua tentara Korea Utara yang berhasil ditangkap hidup-hidup dan saat ini berada dalam tahanan otoritas Ukraina.

Kedua tentara tersebut telah menyatakan keinginan untuk membelot ke Korea Selatan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |